Aware And Care



 

Bismillaah…,

Aware And Care

Oleh : Nur Alam

(Ketua Majelis Dikdasmen Yasma PB Soedirman)

 

Sadar dan peduli (aware and care) menjadi sebuah ikhtiar penting untuk meraih ‘izzah (kemuliaan) seseorang Muslim, bersama, di mana dan kapan pun dia berinteraksi.

Sadar (aware) dapat diartikan dengan ingat, merasa dan insaf terhadap dirinya sendiri. Sedangkan peduli (care) adalah sikap keberpihakan seseorang untuk berkontribusi dalam sebuah komunitas di manapun dia berada.

Seperti dalam sebuah institusi, organisasi atau komunitas lainnya akan mampu berkembang, maju, bermutu, berprestasi dan memiliki prestige, ketika kedua sifat mulia di atas, yaitu sadar dan peduli, melekat dan dimiliki oleh masing-masing anggotanya (QS. 17:84).

Masing-masing angota sadar (aware) betul siapa dirinya di dalam komunitas tersebut. Dan setelah ia sadar, baru akan lahir peduli (care) untuk memberikan kontribusi terbaiknya dalam memajukan lembaga, organisasi atau komunitasnya tersebut.  

Alih-alih mau memajukan lembaganya, dia malah belum sadar siapa dirinya di dalam lembaga tersebut. Seperti pesan dalam sebuah syair Arab, “Awal kegagalan seseorang berinteraksi dalam sebuah kominitas karena dia belum sadar siapa dirinya.”

Lebih lanjut, Allah menegaskan, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orangnya fasik.” (QS. 59:19).

Para ahli tafsir bersepakat, bahwa orang-orang yang lupa kepada Allah adalah mereka yang tidak sadar, tidak ingat dan tidak merasa, sehingga tidak ambil peduli, bahkan sering melanggar syari’at (aturan) Allah dan Rasul-Nya.

Orang-orang yang lupa kepada Allah, seperti orang munafik dan orang Yahudi Bani Nadhir di Madinah pada zaman Rasulullah. Mereka hanya memikirkan dan disibukkan dengan harta, jabatan, anak cucu mereka dan segala yang berhubungan dengan kesenangan duniawi (QS. 63:9).

Berbeda dengan sebuah persyarikatan yang didirikan KH. Ahmad Dahlan, 18 Nopember 1912 di Yogyakarta, berkah kesadaran dan kepedulian yang menjadi energi, inspirasi, dan orientasi para kader, warga dan simpatisannya, menjadikan Persyarikatan Muhammadiyah ini terus bergerak maju menjalankan berbagai amal usahanya untuk mencerahkan hidup umat yang berkemajuan.

Persyarikatan ini sudah memiliki ribuan sekolah, pesantren, panti asuhan, ratusan universitas dan rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sudah ada di luar negeri, seperti di Melbourne, Aussie dan Seoul, Korsel. Total asetnya mencapai 450 triliun, menjadi sebuah organisasi Islam di Indonesia dengan aset terbesar. Memberikan bukti jauh lebih baik daripada mengumbar janji-janji.

Bersama siapa, di mana dan kapanpun kita berinteraksi, berkolaborasi dan bersosialisasi, kita harus sadar tentang siapa diri kita di dalam komunitas tersebut. Ketika kita belum menyadarinya, maka mustahil ada peduli untuk berkontribusi positif di dalamnya. Ketika kita hadir tapi tidak berkontribusi, akhirnya, keberadaan kita sama dengan ketiadaan kita (وجودنا كعدمنا)

Bagaimana sadar dan pedulinya para sahabat dalam berda’wah bersama Rasullah SAW. Meski banyak hujatan dan tekanan, mereka istiqamah memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemuliaan Islam. Seperti Abu Bakar dengan kesetiaannya, Umar bin Khattab dengan keberaniannya, Usman bin Affan dengan kedermawanannya, Ali bin Abi Thalib dengan kecerdasannya, dan seterusnya.

Setiap kita punya kompetensi, tugas dan fungsi masing-masing. Maka, kita harus sadar dan peduli untuk melaksanakan kompetensi, tugas dan fungsi kita tersebut yang terbaik dan profesional. Karena Rasulullah SAW. sangat mencintai orang-orang melaksanakan tugas dan kewajibannya secara profesional (HR. Thabrani dan Baihaqi).    

Simpulan

Dengan sadar dan peduli, keberadaan kita bersama siapa, di mana dan kapanpun sangat bermakna di mata Allah dan Rasul-Nya, meski kadang tidak atau kurang bermakna di mata manusia, dan ini tidak mengapa.

Terkhusus lagi ketika sadar dan peduli ini, kita didedikasikan untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin (Li ‘izzatil Islam wal Muslimin).

والله اعلم بالصواب وفاستبقواالخيرات…

-----------------------------------------------------------

Kranggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 2 Rabi’ul Akhir 1444 H./28 Oktober 2022 M. Pukul 04.49 WIB.

 

Bagikan :