Selamat datang di SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi
Guru SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi

FUTURE PRACTICE

 

Bismillaah…,

FUTURE PRACTICE

Oleh : Nur Alam

(Ketua Majelis Dikdasmen Yasma PB Soedirman)

Best Practice atau disebut juga 'praktik baik', adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman terbaik tentang keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas profesinya. Juga para Sahabat Rasulullah SAW. telah banyak mencontohkan best practice ini dalam hidup kesehariannya. Sahabat Nabi paling shalih dan dermawan, Abu Bakar Shidiq. Sahabat paling pemberani dan tegas, Umar bin Khattab. Sahabat paling zuhud dan pemalu, Usman bin Affan. Sahabat paling ‘alim dan cerdas, Ali Bin Abi Thalib.

Dari 'praktik-praktik baik' para Sahabat Nabi tersebut, telah diikuti oleh seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia. Karena mereka sangat yakin, siapa saja yang mengikuti para Sahabat Nabi akan mendapatkan keridhaan Allah dan mereka telah dijanjikan Surga-Nya (QS. 9:100). Selepas Ramadhan ini, sebaiknya pola pikir best practice mulai dirubah menjadi future practice (praktik ke depan). Ketika hal ini dipraktikkan, maka para Alumni Ramadhan akan menjadi umat yang lebih baik dan berkemajuan dalam kehidupannya (QS. 3:110).

Dengan future practice (praktik ke depan), diharapkan setiap Alumni Ramadhan menjadi fa’il, subjek, pelaku untuk ekstra mujahadah dalam meraih kebaikan bagi kehidupannya ke depan, bukan menjadi penonoton di luar arena (QS. 61:3). Maka, untuk praktik ke depan (future practice) sebagai hasil didikan (tarbiyah) Ramadhan, minimal ada pada 3 hal di bawah ini :

Pertama, dalam ‘Aqidah ‘Aqidah yang lurus (salimah) dalam Islam seperti pondasi untuk bangunan, hati bagi jasad, dan akar milik sebatang pohon. Dengan ‘aqidah yang kuat, akan kuat hatinya dan kokoh keimanannya. ‘Aqidah harus menjadi prioritas tertinggi dalam hidup seorang Muslim. Selepas Ramadhan, harus semakin kuat ‘aqidahnya, sehingga semakin takut untuk berbuat dosa kembali, seperti berbuat syirik, murtad dan seterusnya.

Kedua, dalam ‘Ibadah Ada perubahan dan perbaikan dalam beribadah. Perubahannya, tambah bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah yang sudah biasa dilakukan selama Ramadhan dan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya. Seperti seseorang tetap bersungguh-sungguh mengerjakan puasa sunnah, shalat malam, menuntut ilmu, bershadaqah, tadarus Al-Qur’an, bertaushiyah, berbagi dan peduli kepada sesama.

Ketiga, dalam Mu’amalah Dalam bermu’amalah akan diberi kemudahan. Allah senantiasa memberikan taufiq dan pertolongan-Nya dalam setiap mu’amalah yang dilakukan hamba-Nya. Mu’amalah yang diridhai dan dimudahkan Allah di antaranya, tidak melakukan jual beli barang yang haram, tidak menipu ataupun memanipulasi takaran, timbangan, dan kualitas barang. Tidak melakukan suap, sogok, atau risywah, serta tidak melakukan kegiatan ribawi. Simpulan Perkara ‘aqidah harus menjadi fondasi utama dalam beribadah dan bermu’amalah. Sebab Allah hanya akan menerima semua ‘ibadah dan mu’amalah hamba-Nya yang ber’aqidah lurus dan tidak berbuat syirik kepada-Nya. Dalam praktik ke depan selepas Ramadhan, semakin kuat ‘aqidah seorang hamba, semakin tambah dekatnya kepada Allah. Semakin baik ibadahnya, semakin tambah amanah dan shalih dalam hidupnya. Dan semakin dipermudah mu’amalahnya, semakin besar tanggung jawabnya dalam meringankan beban hidup orang yang tak berpunya.

والله اعلم بالصواب وفاستبقواالخيرات

-----------------------------------------------------------

Kraggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 12 Syawwal 1443 H./13 Mei 2022 M. Pukul 05.11 WIB.

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

File Download
Youtube
Artikel Terbaru
Polling