Selamat datang di SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi
Guru SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi

MORAL MESSAGE OF RAMADHAN

 

Bismillaah…,

 

MORAL MESSAGE OF RAMADHAN

 

Oleh : Nur Alam (Ketua Majelis DikDasMen Yasma PB Soedirman)

 

Allah SWT. ‘menghadiahkan’ syari’at Islam untuk umat Islam dan manusia pada umumnya, pasti ada maksud dan tujuan yang penting. Di samping itu juga ada pesan-pesan moral yang tersirat dan dapat dipetik.

 

Tujuan Syari’at Islam dihadirkan Allah untuk melindungi dan memelihara 5 hal penting (Ad-Dharuriyyatul Khamsah), yaitu agama (din), jiwa (nafs), akal (‘aql), keturunan (nasab) dan harta (mal). 

 

Seperti Syahadat, menjadi sebuah pengakuan tegas seorang Muslim terhadap eksistensi Allah dan Rasul-Nya. Pesan moral Syahadat adalah inti dari Arkanul Iman lainnya, yaitu percaya dengan Malaikat-Malaikat, Kitab-Kitab, Hari Akhir, Qadha dan Qadar-Nya

(QS. 4:136).

 

Juga perintah Shalat,  jangan dipandang hanya dalam bentuk ritual formal, mulai dari takbir, ruku’, sujud, hingga salam. Banyak pesan moral dari shalat, mulai dari kedisiplinan, kebersihan, konsentrasi, sugesti kebaikan dan kebersamaan

(QS. 4:103). 

 

Alangkah naifnya seseorang yang sudah mendirikan shalat, bibirnya penuh ucapan kebohongan. Masih menipu rakyat, makan uang riba, mencuri uang negara, makan harta anak yatim, berzina, tidak jujur, merampas hak orang dan seterusnya.

 

Demikian halnya Zakat, tidak hanya bermakna ritual vertikal, yakni hablun minallah, tapi memiliki aspek moral, agar orang-orang kaya sadar tanggung jawabnya dan mengikis sifat pelit atau mementingkan diri sendiri yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berjama’ah (QS. 47:38).

 

Dan Haji ke Baitullah, punya pesan moral mendalam, untuk hidup lebih tawadhu’ dan tidak sombong, dilambangkan dengan pakaian ihram, warnanya putih sama persis dengan kain kafan di kubur. Kaya, miskin, raja, pejabat atau rakyat, semua memakai ihram (QS. 2:197).

 

Selanjutnya, apa dan bagaimana Pesan Moral Ramadhan (Moral Message of Ramadhan), yang besok kita akan mulai?

 

Pertama, Hidup Bersama Allah

Allah senantiasa bersama dan mengawasi semua perilaku kita di mana, kapan pun, meski dalam kesendirian. Orang yang berpuasa terasa hidup bersama dan dalam pengawasan Allah (muraqabatullah). Ini akan melahirkan kejujuran

(QS. 50:18)

 

Kejujuran berawal karena merasa diawasi Allah dalam setiap gerak-geriknya. Hal ini sejatinya akan melatih dan mengontrol kita dari jalan hidup tersesat. Maka, orang jujur, ga perlu takut dengan KPK, Polisi atau Jaksa, yang memang tupoksinya menguntit orang-orang yang terindikasi menyimpang.

 

Kedua, Hidup dengan Cara Halal

Perhatikan apa yang kita makan, minum dan pakai. Jangan makan, minum dan berpakaian dari harta hasil haram, tipu-tipu atau korupsi. Orang berpuasa tidak akan berpahala ketika makanan dan minuman untuk berbuka dan sahurnya dari uang haram.

 

Makanan halal dapat melembutkan hati, mencerdaskan daya pikir dan dzikir serta melemahkan hawa nafsu serakah. “Cukuplah bagi seseorang makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus menambahnya, hendaknya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafas.”

(HR. Ahmad).

 

Ketiga, Hidup perlu Benteng Kokoh

Puasa, kata Nabi, adalah benteng atau perisai, seperti benteng pertahanan. Puasa menjadi benteng kokoh untuk tidak menuruti nafsu serakah duniawi. Orang berpuasa sedang membebaskan dirinya dari sifat-sifat destruktif (merusak) melalui pengendalian nafsu dan syahwatnya.

 

Puasa menjadi benteng pendidikan untuk penanaman nilai-nilai konstruktif terutama di era 4.0 ini, seperti  karakter moral, kinerja, kompetensi dan literasi. Pesan Nabi, “Puasa adalah benteng, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (HR. Ahmad).

 

Simpulan

 

Puasa (Shaum) tidak hanya sekedar kegiatan fisik, menahan lapar, haus, dorongan seksual. Puasa memiliki pesan-pesan moral, di antaranya hidup merasa diawasi Allah, makan, minum dan pakaian dari sumber halal, serta benteng untuk tampil dengan akhlaqul karimah.

 

والله اعلم بالصواب وفاستبقواالخيرات…

----------------------------------------------------------

Kranggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 29 Sya’ban 1443 H./1 April 2022 M., Pukul 05.23 WIB.

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

File Download
Youtube
Artikel Terbaru
Polling