Selamat datang di SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi
Guru SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi

PRACTICE IS MORE IMPORTANT

Bismillaah…,

 

PRACTICE IS MORE IMPORTANT …..

 

Oleh : Nur Alam 

 

Tak dapat dipungkiri, bahwa sosok Rasulullah SAW. menjadi teladan paling sempurna bagi para sahabatnya dan kita hari ini, baik keteladanan ucapan maupun perbuatan beliau (QS. 68:4).

Keteladanan dalam dunia pendidikan formal (sekolah), informal (keluarga) maupun non-formal (masyarakat), menjadi sebuah pendekatan atau metode yang sangat khas dalam pendidikan Islam yang belum tergantikan sampai saat ini 

(QS. 3:159). 

Kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW. dan para sahabatnya masih sangat relevan dengan situasi bangsa kita dewasa ini, yang belum berhasil keluar dari krisis multi dimensi. Imam Ghazali pernah berkata, “Kelakukan rakyat adalah akibat dari kelakuan para pemimpinnya. Dan rakyat mengikuti kelakuan para pemimpinnya”.

Memberikan keteladanan sangat penting ‘diperankan’ oleh semua orang tua bagi anak-anaknya, lebih khusus lagi para pendidik, apapun mata pelajaran yang diampunya. Tugas mulia mereka adalah transfer of values. Mereka tidak hanya mementingkan ranah kognitif (pengetahuan) dan mengabaikan ranah afektif (sikap).

Suatu malam Umar bin Khattab bersama asistennya, Zaid bin Aslam, mendengar suara tangisan anak-anak dari sebuah gubuk. Untuk menghentikan tangisan mereka, si ibu memasak air dan batu dalam sebuah panci. Karena lelah menunggu masakan matang, anak-anaknya semua tertidur.

Umar sang khalifah, segera ke Baitul Mal dan mengambil bahan makanan yang diperlukan si ibu dan anak-anaknya. Sang khalifah membawa dan memberikan sendiri bahan makanan pada keluarga miskin tersebut, bahkan ikut memasaknya.

Kisah lain, khalifah Umar bin Abdul 'Aziz, pemimpin yang dikenal adil, membuktikan keseriusannya membersihkan negaranya dari tradisi korupsi para pejabat, yang dimulai dari keluarganya sendiri. Beliau meminta para istri pejabat untuk hidup tidak berfoya-foya seperti sebelumnya.

Karena keteladan dan ketegasannya, beliau lawan semua bentuk praktik gratifikasi dan tak pandang bulu memecat semua koruptor selama kepemimpinannya. Dan sejarah mencatat, ternyata beliau benar-benar berhasil. 

Seorang Tabi’in pernah berkata, “Aku pernah bertemu dengan para sahabat, mereka tidak takjub kepada kata-kata, tetapi mereka takjub kepada perbuatan.” Begitu pula Al-Ma’mun, pernah  berpesan, “Kami lebih butuh nasihat dengan perbuatan daripada nasihat dengan perkataan.”

Hari ini terbukti, mengapa banyak pejabat melanggar aturan negara?. Mengapa para orang tua pusing tujuh keliling mendidik anak-anaknya?. Mengapa banyak pendidik  mengeluh dengan tingkah polah anak didiknya.? Dan mengapa para Kiyai stress melihat degradasi akhlaq para santrinya? 

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, penulis teringat dengan maqalat yang sangat terkenal dari dunia Pesantren, berbunyi, لسان الحال افصح من لسان المقال atau keteladanan lebih berpengaruh daripada ucapan (practice is more important than theory).

 

Simpulan 

 

Sebagai penutup, dapat disimpulkan dengan tiga kalimat ini. Pertama, You can’t teach what you want (Anda tidak dapat mengajarkan apa yang Anda inginkan).

Kedua, You can’t teach what you know (Anda tidak dapat mengajarkan apa yang Anda ketahui). Dan ketiga, You can teach who you are (Anda dapat mengajarkan apa yang Anda contohkan dari diri Anda sendiri). 

والله اعلم بالصواب وفاستبقواالخيرات… 

----------------------------------------------------------

Kranggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 23 Dzulhijjah 1443 H./22 Juli 2022 M. Pukul 05.21 WIB.

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!

File Download
Youtube
Artikel Terbaru
Polling