021-88875365 0821-2224-1232 SPMB ONLINE TEST ONLINE PRESENSI
Hero

Sekolah Unggul dengan Layanan Berbasis Islam dan Internasional

Mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan bertaqwa.

Daftar Online SPMB

Kearifan Mengelola Karunia: Ketika Ketaatan Berjalan Laras dengan Akal Budhi

Jumat, 07 Agu 2026 · Kategori: artikel · Kata kunci: Kearifan Mengelola Karunia: Ketika Ketaatan Berjalan Laras dengan Akal Budhi
Kearifan Mengelola Karunia: Ketika Ketaatan Berjalan Laras dengan Akal Budhi

Sahabat Anas bin Malik menceritakan bahwa satu hari Rasulullah saw melihat seorang yang dipapah oleh kedua orang anaknya menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki. Melihat hal itu maka Rasulullah bertanya: Ada apa dengan orang ini? Kedua anak itu berkata: Ayah kami bernazar hendak menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki. Karena mengkhawatirkan kondisinya ayahnya, kedua anaknya ini yang kemudian membantu menunaikan nazar sang ayah. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah swt tidak memerlukan orang yang menyiksa dirinya sendiri. Maka beliau lalu memerintahkan kepada orang itu agar naik kendaraan untuk menunaikan ibadah hajinya... 

Dalam peristiwa lain, seseorang menziarahi tuan gurunya yang sudah lama berpisah. Dia berjalan kaki beberapa kilometer ke rumah sang guru dengan harapan agar mendapat pahala yang lebih besar. Setiba dirumah gurunya, sang guru itu bertanya: Kamu datang dengan apa? Si murid menjawab bahwa dia berjalan kaki._ Demi mendengar hal tersebut, sang guru berkata: Allah telah menciptakan kuda, baghal dan keledai agar kamu mengendarainya...

Allah berfirman dalam QS-2:29 Dialah Allah yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke penciptaan langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Ulama berkata bahwa Allah swt menciptakan bumi beserta seluruh isinya berupa air, tumbuhan, hewan, sumber daya alam dan seluruh keseimbangan ekosistemnya, sebagai fasilitas dan sarana penunjang kehidupan manusia agar manusia dapat hidup dan menjalankan amanahnya. Manusia sebagai khalifatul fil ardh, adalah pihak yang diberi kewenangan mandat pengelolaan bumi dan seluruh isinya...

Dalam QS-67:15 juga ditegaskan kembali bahwa: Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rejeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kami dibangkitkan. Abu al-Su’ud al Imadi menjelaskan bahwa manusia boleh atau berhak mengelola kekayaan yang diamanahkan kepadanya. Allah sangat memberi kemudahan bagi siapa saja yang hendak mengelolanya. Imam al-Qurthubi mengatakan bahwa perintah yang terdapat dalam ayat ini mengandung perintah ibahah (kebolehan). Maka, bumi ini boleh dimanfaatkan manusia untuk keperluan dan kelangsungan hidupnya; dan sebagai wahana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempermudah kehidupannya... 

Rasulullah saw bersabda: Yassiru wa la tu'assiru, wa bashshiru wa la tunaffiru (Permudahlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat lari). Ulama menjelaskan bahwa hadits ini menjadi pedoman utama agar seseorang selalu membawa kemudahan dalam setiap urusannya, tidak membuat beban hidup menjadi berat bagi diri sendiri maupun orang lain... 

Maka banyak2lah bersyukur kepada Allah, yang dengan semua ciptaanNya menjadikan hidup kita terasa jauh lebih mudah...

Penulis H. Ujang Asriwijaya

Whatsapp