Selamat datang di SMA Islam PB Soedirman 2 Bekasi

WHEN HANDS AND FEET SPEAK

 

.Bismillaah,

 

     WHEN HANDS AND FEET SPEAK

 

Oleh : Nur Alam

 

Masih ingat di tahun 1998, ada sebuah lagu legendaris yang berjudul “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” (When hands and feet speak), yang dinyanyikan oleh Chrisye?

 

Pesan lagu ini sangat mendalam, yaitu ketika di akhirat nanti, seluruh manusia dikumpulkan dalam kondisi mulut terkunci. Tangan mereka berbicara dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan (QS. 36:65). 

 

Ayat ini menjelaskan tentang keadaan orang Kafir dan Munafik di akhirat kelak, ketika mereka mengingkari apa yang mereka lakukan di dunia. Maka Allah tutup mulut mereka dan menjadikan anggota badan mereka yang berbicara dan bersaksi.

 

Lirik lagu tersebut ditulis oleh Taufik Ismail, terinspirasi dari ayat 56 Surat Yasin. Menurut Chrisye, inilah satu-satunya lirik yang paling dahsyat sepanjang karirnya. Sarat pesan spiritual yang menggetarkan. Setiap menyanyikan dua baris, dia menangis. Dicoba lagi, baru dua baris, menangis lagi. Dan diulang lagi, hasilnya sama.

 

Akhirnya dengan susah payah, Chrisye berhasil menyanyikannya sampai selesai, meski itu sekali jadi, tidak diulang lagi karena dia sudah tidak sanggup menyanyikannya lagi. Menurut isterinya, Yanti, sejak itulah Chrisye tidak pernah meninggalkan shalat dalam hidupnya.

 

“Lagu ini menjadi satu-satunya lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.” Ucap Chrisye,

penuh yakin dengan ayat Allah tersebut.  

 

Di ayat lain, mulut yang menjadi sumber dosa kelak akan dikunci oleh Allah. Meski, ada dosa tertentu yang kaki menjadi pelaku utamanya, tapi kebanyakan dilakukan oleh tangan. Ada sepuluh anggota badan yang akan berbicara nanti, yaitu 2 kaki, 2 tangan, 2 mata, 2 telinga, kulit dan lidah (QS. 24:24) dan (QS. 41:20-22).

 

Bahkan menurut Abu Hurairah RA., bumi yang dipijak ini pun akan menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Bumi berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu” (HR. Tirmidzi).

 

Pernakah terbayang, ketika perbuatan dosa seseorang dibuka Allah di dunia dan banyak orang yang tahu? Mungkin, banyak manusia yang bunuh diri karena tidak kuat menahan malu. Tapi kelak di akhirat, mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalaminya semasa hidup di dunia.

 

Dalam keseharian, kita saksikan seseorang sangat dipandang, dihormati dan disanjung-sanjung. Padahal dia sering melakukan dosa dan kesalahan kepada Allah. Dosa dan kesalahan ini menjadi aib baginya. Jika saja manusia tahu semua aib-aibnya, pasti akan menjauhi atau merendahkan orang itu.

 

Namun, Allah sampai detik ini masih menutupi aib-aib, dosa dan kesalahannya. Padahal sangat mudah bagi Allah untuk membongkar semua aib yang dimilikinya.“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya, maka tidak ada seorangpun yang mau duduk bersamaku,” demikian, ucap Muhammad bin Wasi’.

 

Para Nabi pun tidak luput dari dosa dan kesalahan. Kisah Nabi Adam dan Hawa memakan buah khuldi, meski Allah telah melarangnya. Nabi Yunus meninggalkan kaumnya karena setelah 33 tahun lamanya berdakwah hanya 2 orang saja yang mengikuti dakwahnya. Juga Nabi Musa tidak sengaja membunuh orang karena pukulan mautnya.

 

Tapi, Nabi-Nabi yang mulia ini segera bertaubat kepada Allah atas dosa dan kesalahannya. Taubat Nabi Adam dan Hawa tersurat pada ayat 23 Surah Al-‘Araf, taubat Nabi Yunus pada ayat 87 Surah Al-Anbiya', dan taubat Nabi Musa pada ayat 15-16 Surah Al-Qashash.

 

Kemudian, ada pertanyaan, siapakah wanita yang menggoda Nabi Yusuf? Mengapa Allah tidak menyebut nama Zulaikha dalam Al-Qur’an? Karena wanita ini masih memiliki rasa malu. Apa buktinya? Ia menutup tirai sebelum menggoda Yusuf karena malu.

 

Allah menutup rapat aib orang-orang yang masih memiliki rasa malu di hatinya, dengan tidak menyebut namanya di dalam Al-Qur’an. Subhanallah, mungkin karena kita masih memiliki rasa malu, maka Allah tidak membuka siapa kita. Mungkin tidak hanya sekali Allah menutup aib-aib kita di dunia ini.

 

Simpulan

 

Setelah tahu bahwa anggota badan dan bumi ini akan berbicara dan bersaksi atas perbuatan kita selama di dunia, maka berlombalah untuk mengerjakan kebaikan saja.

 

Ketika kita nampak baik-baik saja di hadapan manusia. Apakah itu karena banyak kebaikan yang kita lakukan? Atau karena Allah sedang menutup rapat aib-aib kita?

-------------------------------------------------------------

Kranggan Permai, Jum’at Penuh Berkah, 20 Jumadil Akhir 1444 H./13 Januari 2023 M. Pukul 04.50 WIB.

 

Bagikan :

Komentar

Tambah Komentar (0)

Batal

Balas Komentar

Komentar Berhasil diterbitkan
Komentar tidak dapat diterbitkan Silakan coba lagi..!
Alamat email yang anda masukkan salah..!
Alamat web yang anda masukkan salah..!
Kode Captcha yang anda masukkan salah...!
Bidang tidak boleh ada yang kosong....!