Al-Qur'an: Penggetar Hati, Pengusir Setan
Allah saw berfirman dalam QS-8:2 Sesungguhnya orang2 yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat2 Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Imam Ibnu Katsir berkata: Ini adalah sifat orang beriman yang sebenarnya. Yaitu ketika mengingat Allah, hatinya menjadi takut (gemetar). Sehingga dia mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Demikianlah agungnya kalam Allah yang mampu menggetarkan dan menggugah hati manusia, dan bahkan makhluk yang tidak terlihat manusia, yaitu bangsa jin dan syaithan...
Di dalam QS-46:29-31 diberitakan kisah jin yang mendengarkan Al-Qur’an, yang kemudian mereka menjadi beriman, lalu kembali kepada kaumnya untuk mengajak kepada tauhid dan memperingatkan dari kesesatan. Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata, 'Diamlah kamu untuk mendengarkannya'. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan. Mereka berkata, 'Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab Al-Quran yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab2 sebelumnya, lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah seruan orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadaNya, niscaya Allah akan mengampuni dosa2 kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih'...
Rasulullah saw bersabda: Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan: Setan dengan segala kejahatannya akan lari dan tidak akan mendekati rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah. Karena dalam surat Al-Baqarah terdapat ayat kursi, nama2 Allah serta terkandung ayat2 yang dapat mengusir setan dan membekas pada diri mereka. Para ulama bersepakat bahwa yang dimaksud rumah yang seperti kuburan adalah rumah yang di dalamnya tidak ada sholat dan bacaan Al-Qur'an. Mereka menganjurkan agar tidak meninggalkan shalat di rumah sama sekali, paling tidak sholat2 sunnahnya. Sebagaimana Rasulullah saw memberikan contoh dengan mengerjakan sholat2 sunnahnya di rumah, dengan bacaan ayat2 Al-Qur'an yang panjang di dalamnya..._
Bahkan Rasulullah saw sendiri sangat intens interaksinya kepada Al-Qur'an, hingga ia tidak jarang untuk meminta para sahabat untuk membacakannya untuk beliau dengarkan. Dan setiap kali mendengar ayat2 tertentu, beliau tidak dapat memahan getaran hatinya sehingga menetes airmatanya. Pernah suatu kali beliau berkata kepada Ibnu Mas'ud: Bacakanlah kepadaku Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud menjawab: Wahai Rasulullah! Apakah saya akan membacakannya kepadamu, sementara ia diturunkan kepadamu?. Beliau berkata lagi: Aku senang mendengarnya dari orang selain diriku. Maka Ibnu Mas'ud pun membacakan surat An-Nisaa’. Dan ketika sampai pada ayat ke 41 Bagaimanakah jika pada hari kiamat nanti Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami datangkan engkau sebagai saksi atas mereka, Ibnu Mas'ud melihat air mata beliau mengalir. Imam Ibnu Hajar menjelaskan peristiwa ini dengan berkata: Yang tampak bagi saya, bahwasanya beliau Rasulullah saw menangis karena sayangnya kepada umatnya. Sebab beliau mengetahui bahwa kelak beliau pasti menjadi saksi atas amal mereka semua, sedangkan amal2 mereka bisa jadi tidak lurus sehingga membuat mereka berhak untuk mendapatkan siksaan, Allahu a’lam.
Allahummaj‘al Al-Qur’ana rabi'a qalbi, wa nuura sadri, wa jalaa’a huzni, wa dzahaba hammi. (Ya Allah jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku, dan pelepas kegelisahanku)...
Penulis H. Ujang Asriwijaya