Nasihat Hasan Al-Bashri Tentang Dunia
Imam Hasan al-Bashri pernah menasihati Khalifah Umar bin Abdul Aziz tentang hakikat dunia. Beliau khawatir walaupun sang khalifah tergolong orang yang shalih, ia dapat tergelincir ketika memegang kekuasaan tertinggi dan memimpin wilayah terbesar di dunia pada masanya. Beliau berpesan: Sesungguhnya dunia adalah rumah persinggahan dan perpindahan, bukan rumah tinggal keabadian. Sesungguhnya orang yang berhasrat kepada dunia akan meninggalkannya; orang yang kaya di dunia sejatinya adalah orang yang miskin dibandingkan akhirat; penduduk dunia yang berbahagia adalah orang yang tidak berlebih2an di dalamnya. Dunia layaknya racun tuba, siapa yang tidak mengetahuinya akan memakannya, siapa yang tidak mengetahuinya akan berambisi kepadanya, padahal demi Allah itulah letak kebinasaannya. Jadilah seperti orang yang tengah mengobati lukanya: dia menahan pedih sesaat, karena tidak ingin memikul penderitaan yang berlarat2...
Bersabar di atas penderitaan dunia, lebih ringan daripada memikul ujiannya. Orang yang cerdas adalah orang yang waspada terhadap godaan dunia. Dunia seperti pengantin wanita: banyak mata melihat kepadanya, banyak hati terjerat dengannya, padahal demi Allah, ia adalah pembunuh bagi sesiapa yang menikahinya. Berhati2lah terhadap perangkap kebinasaannya, waspadailah keburukannya. Dunia adalah rumah hukuman: siapa yang tidak berakal mengumpulkan untuknya, siapa yang tidak berilmu akan terkecoh tentangnya. Sementara orang yang tegas lagi berakal sempurna, adalah orang yang hidup di dunia seperti orang yang sedang mengobati sakitnya. Dia menahan diri dari pahitnya rasa obat, karena dia berharap sembuh dan kembali sehat, sebab dia takut kepada buruknya akibat di akhirat. Dunia hanyalah mimpi yang fana, sedangkan akhirat adalah nyata. Di antara keduanya adalah kematian. Sesungguhnya ketakutan besar dan perkara yang dicari ada di depanmu, dan engkau pasti akan menyaksikannya: selamat atau celaka...
Begitulah cara orang shaleh memandang kehidupan dunia: bahwa umur di dunia yang hanya sekelebatan, penuh dengan godaan yang membinasakan. Mereka yang bisa menahan diri darinya, di akhirat kelak akan menikmati hasilnya. Sebagaimana yang dikatakan Imam Al-Ghazali bahwa kehidupan dunia adalah tempat bercocok tanam belaka, untuk memanen buahnya di akhirat pada akhirnya. Beliau memandang dunia sebagai sarana atau jalan, bukan akhir dari tujuan. Dalam QS-57:20, Allah swt berfirman: Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah2 diantara kamu serta berbangga2an tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu...
Maka, jangan terlena dengan kehidupan dunia yang fana, hingga mengabaikan kenikmatan akhirat yang akan kekal selamanya...
Penulis H. Ujang Asriwijaya